Welcome to ScVolution

Friday, 30 August 2013

Chapter 1: Permulaan Dunia Akhir

Hari itu sama seperti hari-hari sebelumnya. Matahari bersinar lebih panas dari hari kemarin, namun bersembunyi dibalik gumpalan awan-awan putih. Panasnya mentari membakar lapangan sekolah itu. Dedaunan kering berterbangan terseret angin di pinggiran lapangan. Sekolah itu sepi, amat sepi, hampir tidak ada seorang pun kecuali beberapa kelompok murid yang sedang belajar siang itu.
Duduk di kelas 12 membuat murid-murid itu terpaksa tetap tinggal di sekolah dan belajar sementara murid-murid lain pulang. Jam tambahan bimbingan belajar ini memang merupakan program sekolah untuk mempersiapkan murid-murid menempuh ujian. Ada 3 kelas yang setiap harinya harus tetap tinggal di sekolah hingga pukul 3 sore untuk bimbingan belajar.
Seorang murid duduk bersandar ke dinding sambil memperhatikan gurunya yang sedang menulis sambil menjelaskan. Murid itu menguap sekali, lalu memandang ke sekeliling. Ia melihat wajah-wajah yang sudah kelelahan. Beberapa murid terlihat sedang mencatat, namun tidak sedikit yang sedang bertopang dagu sambil menahan kantuk. Sisanya sedang mengobrol, menguap, dan mengupil.
"Pengen buru-buru pulang ya, Tam?" tanya teman sebangkunya.
Gadis itu menjawab sambil tertawa kecil, "Iya, ngantuk banget gw Yul."
"Lu pikir lu aja Tam? Semuanya juga gitu kali. Udah tahan, 20 menit lagi," hibur Yuli.
Tami mendesah kemudian kepalanya berbalik menengok ketika ia mendengar ada seseorang yang memanggilnya. "Tam, ada sabun ga?" tanya Mimi yang sedari tadi memanggil Tami. 
"Ada, bentar," kata Tami sambil merogoh tasnya kemudian memberikan botol kecil berisi sabun cair, "Mau ee ya lu?"
Mimi hanya tertawa kecil. Kemudian ia berjalan cepat menuju guru berkumis yang sedang menulis di papan tulis, setelah meminta ijin, Mimi pun segera meninggalkan kelas untuk menunaikan hajatnya.
Sesaat setelah Mimi keluar kelas, seorang gadis Jawa berkulit sawo matang dan berambut pendek mengacungkan tangan sembari bertanya, "Pak, itu integral sin bukannya -cos ya, Pak?"
Sang guru mengkoreksi tulisannya di papan tulis putih itu, "Oh iya maaf, ini tadi spidolnya," kata guru itu sambil tersenyum disusul tawa kecil dari beberapa murid menanggapi candaan khas guru tersebut.
Tepat sesaat setelah itu, seorang pria mendorong pintu kelas dengan cukup keras tanpa mengetuknya terlebih dulu. Pria itu berbadan besar, berkulit gelap dan berambut ikal pendek. Murid-murid mengenalinya dengan nama Pak Frans.
Wajahnya tampak panik ketika memasuki ruang kelas. Sebelum ada yang sempat bertanya, Pak Frans mendekati sang guru dengan setengah berlari kemudian membisikan sesuatu ke telinga guru itu. Senyum di wajah guru berkumis itu segera hilang, digantikan dengan tatapan kosong penuh kepanikan. Kemudian keduanya langsung meluncur meninggalkan kelas tanpa mengucapkan sepatah kata pun, meninggalkan para murid kebingungan.
Selama sesaat para murid terdiam, kemudian seorang lelaki putih sipit memecahkan keheningan dengan bertanya sambil setengah berteriak, "Eh kenapa sih? Ada apaan sih?" tanya Hadi.
Seketika kelas menjadi gaduh akibat pertanyaan-pertanyaan tanpa jawaban. Beberapa anak terlihat tidak peduli dengan apa yang terjadi dan kembali mencatat. Sisanya berdiskusi tentang kemungkinan yang terjadi. Beberapa mengatakan bahwa mungkin ada salah seorang siswa yang mengalami sakit parah sehingga perlu penanganan darurat. Beberapa lagi mengatakan bahwa mungkin telah terjadi kebakaran di salah satu bagian sekolah. Bahkan ada salah seorang murid yang mengatakan bahwa mungkin saja besok libur. Tapi dari semua opini itu, mereka tidak menemukan jawaban. Hanya satu yang mereka tahu, bahwa sesuatu telah terjadi.
Para murid mendadak hening ketika terdengar teriakan dari luar kelas, "Bukan! Di dapur! Di dapur! Cepet!"
Murid-murid saling bertatapan dalam hening ketika melalui jendela pintu yang sempit terlihat Pak Frans berlari menuju dapur seperti yang diperintahkan. Setelah beberapa saat ia kemudian kembali sambil membawa sesuatu yang tampak seperti rantai di tangannya.
Seorang murid lelaki bernama Sugi memberanikan diri untuk mengintip melalui jendela pintu. Karena kurang mendapat penglihatan yang jelas, ia pun membuka pintu lalu menjulurkan kepalanya ke luar kelas.
"Sug, ada apaan, Sug?" tanya seorang murid lelaki bernama Bobby.
"Bentar-bentar," jawab Sugi sambil kepalanya masih terjulur ke luar.
Sesaat kemudian, Sugi masuk kembali ke dalam kelas dan menutup pintu. "Nih ya, gw aneh siah, tadi Pak Frans keluar dari dapur bawa gembok sama rantai, buat apaan coba?" tanya Sugi kepada teman-teman sekelasnya, "Trus dia lari-lari turun ke arah perpus sono, asaan panik banget anjir."
Kelas itu pun hening ketika mendengar penjelasan Sugi, sangat hening sampai tiba-tiba bunyi kentut menggema memenuhi kelas. Preeeeeettttt.
"Anjir, siapa yang kentut?" tanya Elia sambil menutup hidung, disusul tawa dari anak-anak sekelas.
"Si VERO ini! Si VERO!" teriak Chata sambil menunjuk-nunjuk Vero.
"Ih maap, gw kalo misalkan gugup atau tegang biasanya kentut," kata Vero.
"Lu kentut di saat yang amat tidak tepat, kampret," kata Elia sambil tertawa.
Untuk sesaat, suasana kelas menjadi cair, namun secepat itu pula suasana kembali menegang saat negara api menyerang. Maksudnya, saat terdengar langkah kaki cepat di luar kelas. Rupanya itu adalah langkah kaki sang guru berkumis. Sang guru memanggil kedua guru lainnya dari kelas IPS 1 dan 2, kemudian ketiga guru itu terlihat berkumpul sambil berdiskusi di depan UKS.
Para murid kelas IPA hanya bisa mengintip sesekali melalui jendela pintu. Mereka tidak bisa mendengar apa yang para guru bicarakan karena jarak yang cukup jauh dan pintu kelas tertutup saat itu. Namun mereka dapat melihat dari ekspresi panik para guru, bahwa mereka sedang membicarakan sesuatu yang darurat.
"Ada yang dateng! Ada yang dateng!" kata Yosafat yang mengintip paling depan. Seketika para murid lain yang mengintip segera berlari menuju tempat duduk masing-masing. Kelas hening, menanti siapapun yang akan masuk melalui pintu tersebut.
Kenop pintu berputar perlahan, kemudian pintu didorong terbuka dengan amat lambat. Bunyi derit engsel pintu menambah tegang suasana. Para murid menanti dengan tegang sambil setengah menahan nafas. Pintu pun terbuka sedikit, dikit banget, dikit pisan, amat sangat sedikit sekali, ciyus deh pintunya cuma kebuka dikit. Kemudian tiba- tiba, pintu ditutup lagi. Sesaat kemudian, pintu terbuka sedikit lagi. Kemudian ditutup lagi. Kemudian terbuka sedikit, lalu ditutup lagi. Sumpah sekali lagi lo buka-tutup pintu, gue tabok pake keyboard.  
Akhirnya pintu pun terbuka, kali ini terbuka lebar. Ternyata itu adalah Mimi.
"Yeh ni anak abis ee bukannya cebok malah maenan pintu," kata Elia sambil bernafas lega.
"Dih sengaja gw teh dilama-lamain biar bisa ngedengerin guru-guru," kata Mimi.
"Hah, lu tadi ngedengerin guru-guru ngobrol, Mi? Dih, ayo ceritain apa yang lu denger," kata Hadi.
"Iya, ada apaan sih, Mi? Daritadi kita penasaran gila," kata Yuli menambahkan.
Mimi pun berjalan ke tempat duduknya di belakang kelas, ia duduk lalu mulai bercerita, "Jadi gini... Kemaren gw nelpon,"
"WOY! Itu kata-kata gue woy!" potong Arga.
"Mi, serius mi," kata Celine.
"Iya, iya. Jadi kan tadi gw ke WC mau ee. Pas gw keluar ya itu udah ada guru-guru di depan mading, ada Pak Hendra, Bu Neng, sama Mam Hot" kata Mimi menjelaskan, kemudian ia melanjutkan, "Gw ke kelas kan otomatis ngelewatin mereka ya, gw pelan-pelanin aja jalannya biar gw bisa sekalian nguping, soalnya gw liat muka mereka teh kayak panik gitu."
"Yaudah, jadi intinya lu ngedenger apaan?" tanya Hadi tidak sabar.
"Gw cuma denger Pak Hendra ngomongin sesuatu tentang kekacauan dan kerusuhan. Gw juga denger katanya Pak Hendra bahkan udah nyuruh Pak Frans buat ngerantai dan ngegembok gerbang pasar," kata Mimi menjelaskan.
"Tuh kan bener anjir pantesan dia bebawa rantai sama gembok dari dapur," sela Sugi.
"Ya tapi buat apaan coba?" tanya Elia.
"Ya buat ngegembok gerbang pasar ih elu teh tadi kan Mimi udah bilang. Tujuannya pasti karena apapun yang terjadi di luar sana, terlalu bahaya buat kita," jelas Dila.
"Lebih tepatnya, APA yang terjadi di luar sana yang terlalu bahaya buat kita?" tanya Elia lagi.
Hening sesaat, kemudian Arga menjawab, "Kalo kata gw mah tawuran. Mungkin tawuran anak-anak SMA lain dan mereka bawa senjata bahaya yang takutnya nyasar ke sekolah ini. Tau sendiri kan kalo tawuran bawa-bawa molotov, linggis, gear motor segala macem."
Semua terdiam, mau tak mau semua setuju karena hanya itulah kemungkinan masuk akal akan apa yang terjadi. Hanya Mimi yang nampaknya tidak setuju.
"Kalo menurut gw bukan itu," sanggah Mimi, kemudian ia melanjutkan, "Tadi pas di wc gw denger suara-suara. Gw pikir itu cuma halusinasi gw aja, tapi setelah tau bahwa emang bener ada sesuatu yang terjadi, gw jadi yakin suara-suara yang gw denger itu nyata."
"Lu denger apa?" tanya Dila.
Mimi mengambil nafas panjang, kemudian menghembuskannya sembari matanya menatap kosong ke arah lantai, "Teriakan. Banyak teriakan," kemudian ia melanjutkan, "Tapi ini bukan teriakan macem orang lagi tawuran. Teriakannya kayak jeritan. Jeritan yang bercampur tangisan. Jeritan yang seakan-akan mereka tau bahwa itu akan jadi jeritan terakhir mereka, seakan mereka tau itulah saat ajal menjemput mereka."
Ada keheningan panjang sebelum akhirnya seseorang berkata, "Teman-teman.. Selamat datang di permulaan dunia akhir."

Wednesday, 21 August 2013

Kelas Gue Dulu dan Sekarang


BASA BASI
Hello there!
It's been more than 2 weeks in 12th grade.
Ah udah ah pake bahasa indonesia aja :') biar lebih greget gimana gitu, huahahaha!

Jadi..yah inilah gue..(mana) di kelas 3 SMA. Gue seneng banget akhirnya bisa naik kelas walaupun gw sadar nilai gw itu gak sepenuhnya murni..
Hey! inilah anak SMA zaman sekarang wkwkw, konsekuensinya yah gw gak puas dan gak tenang atas perbuatan yang udah gw perbuat. OTL

Jadi gw mau cerita waktu gw masih kelas 10 dulu..cekidot!

KELAS 10
Pas kelas 10 gw anti banget sama yang namanya KIMI-AH karena gw gak bisa!
Tapi gw ngarep2 bisa masuk IPA nantinya, what??! sadar dong! dengan alasan mau banggain mamah gw plus biar flexible entar ambil jurusan pas kuliah, oh ya, gw juga gak mau keluarga gw dihina sama saudara2 mama gw, gw gak mau keluarga gw ditolol2in dan dibego2in. Itu yang jadi determinasi terkuat gw saat itu.
Naifnya gw berpikir dengan masuk IPA bisa nambah pride sebagai seorang anak.


KELAS 11 IPA
Berkat kemurahan Tuhan ya gw berhasil masuk IPA dengan nilai FISIK-AH dan KIMI-AH yang pas2an :')
Inilah awal mula gw ada di ScVolution (ScienceVolution)
Awal masuk kelas 11 IPA tuh surem abis (Perbandingan kelas IPA n IPS di sekolah gw 1:2).
Gimana gak surem, gw kaga punya meja dan kursi! Kentutlah! betelah! GROAR GROAR
Hahaha, itu gara2 gw gak langsung ambil tempat duduk pas dateng ke sekolah, gw pikir nanti duduk mah gampang, yang penting upacara dulu.
Gw hampir mau nangis serasa kebuang, temen2 deket gw waktu itu di kelas laen.
Gw sekelas sama beberapa temen gw yang lain sih, tapi waktu itu jujur aja gw merasa terasingkan, jumlah murid di kelas gw itu 37 orang, semuanya grouping, temen2 deket gw di kelas itu ada 4 orang, mereka selalu duduk bareng 22'an.
Terus..gw duduk ama siapa? bukan..gw duduk di mana? syukur-syukur gw dapet tempat duduk.
Akhirnya setelah berhasil mencari meja dan kursi dari kelas lain gw duduk di paling belakang barisan pertama.

Karena gw adalah orang yang sensitif, gw kadang masukin apa2 tuh ke hati. Jadi gw waktu itu sedih banget kenapa gw harus begini. Alay kan gw? haha

Waktu pun berjalan, gw masih belom bisa begitu beradaptasi di kelas ini. Gw merasa asing banget, gw merasa dikucilkan dan gak ada yang mau ngomong sama gw kecuali temen2 gw.
Hal itu mungkin karena gw basicnya adalah orang yang pendiem (padahal enggak juga sih, kalo udah kenal sama gw pasti lu gak bakal mikir kayak gitu, gw diem karena gw gak tau mau ngapain) dan kadang suka menyendiri (karena gak ada yang ngajak ngobrol dan gak tau mau ngapain dan gw suka ngegambar sendirian, mojok).
Ditambah muka gw serem nan judes (kata orang2), jadi mungkin itulah penyebab gw temennya gak begitu banyak dibanding orang lain.
Beberapa orang yg sekarang udah kenal sama gw bilang gw keliatannya tuh judes banget, pendiem, penyendiri kayak gak mau diganggu.
YOU'RE WRONG! Gw mau banget temenan sama kalian guys :') gw sangat mendambakan punya temen yang banyak dan solid to each other! But numbers are not matter. Mungkin itu hanya kelihatan dari luarnya aja.

Di samping itu gw keteteran banget sama pelajaran Kimiah dan Fisikah yg dari dulu bikin gw stress :') Udah ikut les tapi tetep aja ulangan gw jelek! argh! /dilemparfentung

Hal lain yang gak gw suka dari kelas ini adalah..yaoloh, grouping everywhere, I mean mereka kelihatan sungguh tertutup, mungkin cuman gw yang berpikir kayak gitu.
Gak secara eksplisit sih, gw merasa bahwa tiap kali mereka ngomong sama gw rasanya awkward gitu, terutama anak cowok.

Okelah, wajah gw gak secantik temen2 cewek lu, badan gw emang gede tinggi kayak raksasa, gw gak se-feminin anak cewek lainnya, I'm fully aware of that boys! But not all of them like that.

Beberapa waktu berjalan dan gw merasa kita udah cukup berbaur entah bagaimana caranya, tapi cuma sama beberapa orang aja. Mereka udah mulai merespon gw dan menyadari keberadaan gw yang kayak hantu di kelas itu.

Mulai bulan Januari taon ini kita ngadain acara ngerayain ultah bareng, tiap bulan kita rayain pake kue :D terus foto2 bareng, awalnya gw berpikir ini cuman formalitas aja dan mau cari sensasi biar kayak kompak gitu, tapi justru usaha kecil kayak gini yang bikin kita makin lama makin kompak.

Makin lama gw gak begitu musingin hal-hal di atas, gw berharap bisa naik kelas dengan nilai bagus, syukur2 dapet 10 besar. Dan ternyata bener, gw dapet ranking 9! Gw gak percaya ngeliat daftar ranking sekelas, I mean, gw tau sebagian pelajaran gw kerjain dengan cara yang tidak murni dan nilainya pas2an kkm, tapi kok bisa masuk 10 besar? padahal di saat yg lain gak di her gw di her sendirian! ah sudahlah, :) Thanks God aja walaupun gw ini keji! TvT)

KELAS 12 IPA
Aaaaaaaa Seneng beeeud bisa ada di kelas 12 sekarang! Misi gw adalah lulus dengan nilai baik! Gw mau belajar lebih giat lagi terutama di pelajaran MAFIABIO (Mat Fisika Kimia Biologi).
Gw khawatir soal UN nanti ada yang aneh2 :v ayolah semoga taon depan gak ada UN huahahaha!

Oke, gw rasa ini tahun yang paling menyenangkan sekaligus menyedihkan di SMA. Salah satu temen baik gw di kelas ini yaitu Anastasia Pradah Weningtias a.k.a Tias mau student exchange ke Amerika. Amerika mbroooo! Mantep lah.
Jadi kelas gw ngerencanain hal ini udah dari akhir2 kelas 11 kalo gak salah (bukan! bisa jadi!), kita ngadain farewell party buat dia sekaligus buka puasa bareng. Hal itu udah berlangsung 2 minggu yang lalu.
Gw seneng banget kelas gw ini akhirnya kompak! Kita bener-bener enjoy pas hari itu, we had a lot of fun! Bukannya kita seneng Tias pergi -_-;; tapi kita hampir gak pernah menghabiskan waktu sama2 kayak gini (padahal tiap hari belajar bareng).
Tapi bener deh, seru banget hari itu!


Untuk kenang2an kelas gw mau foto2 sekelas buat dipajang di kelas kayak kelas 12 ipa taon sebelumnya,
biar kayak museum kali ya wkwkwk..buat kenang2an Tias juga.


Wah, ternyata kelas gw kebagian tugas koor lagi! Kita udah melakukan koor yang cukup baik menurut gw pas kelas 11, walaupun awalnya itu ng'jleb banget dikatain macem2 sama beberapa oknum lol
Tapi wow, ini koor terakhir kita bareng Tias dan di kelas 12 gara2 kita dapet beberapa cekalan dari beberapa pihak gara2 kita keseringan dapet tugas koor.

Yak! Tibalah Misa sekolah hari Kamis minggu kemaren, we really did a great chorus guys!
Bukannya sombong ato gimana, tapi kita bener2 merasa bangga serasa kita udah menyelesaikan sebuah misi haha. Semua orang yang ada di gereja itu tepuk tangan buat kita (ikhlas atau gak ikhlas gak tau deh), kita tetep jaim sambil senyum-senyum kecil.



Abis misa kita balik lagi ke sekolah, pas pelajaran agama, Tias pun muncul! Dan ia meneteskan air mata (pasti cukup berat buat ninggalin semuanya buat satu tahun) yang otomatis bikin mata gw berkaca-kaca..pas dia ada di depan kelas gw udah gak sanggup buat nahan air mata gw! Pas Chata meluk Tias gw juga langsung lari ke depan buat meluk dia. Akhirnya hampir semua anak cewek meluk dia haha, kayak teletubbies deh kita.
Pada mewek semua Q_Q) well mungkin gak semua haha.
Terus kita bercanda ria gelo2an gak jelas :')

Tias pun bikin prasasti di papan tulis hehehe (sialnya sempet dicoret2 sama oknum tidak bertanggung jawab, kalo ketemu gw jitak tu orang -_-lll)
Tanggal 5 Agustus dia baru terbang ke Amerika. Have a great moment there, Tias!I really miss you my friends!

Sekarang kita udah mulai memasuki minggu belajar efektif..semuanya udah pada surem kalo udah siang..haha..cape ngantuk..abis itu les pulak! uwo~
Jadi..intinya, gw dulu benci banget sama kelas gw ini! tapi semuanya sudah berubah semenjak negara api menyerang /salah, SEKARANG, gw seneng n bangga banget ada di kelas ini dan menjadi bagian kelas ini!
Kita bukan lagi Koloid namun Larutan! haha

MARI KITA BERJUANG BERSAMA TEMAN-TEMAN!
Gak cuma ScVolution aja, tapi kelas lainnya juga, KITA PASTI LULUS BARENG2 100% AMIN. :)

"Tak kenal maka tak sayang" Itulah yang gw pelajari selama ini.. :')
Melihat dari berbagai sudut pandang juga..itu penting banget!

Oke sampe sini dulu entry kali ini! C u babay muach muach /ketjup basah/
LOL